Tuesday, June 9, 2009

Modul Sistem Operasi 2 (GNU/Linux) STMIK STIKOM Bali

Modul Mata Kuliah Sistem Operasi 2 telah tersedia. Silakan download di sini
Jika ada kritik, saran, dan lain sebagainya silakan post di blog saya atau silakan kirim email ke alamat yang terdapat dalam file README.txt

Wednesday, May 13, 2009

Pidgin + FacebookChat

Oke... akhir-akhir ini saya punya maenan baru, yaitu menggabungkan fitur chatting di Facebook ke dalam IM Pidgin. Walalupun tidak terlalu penting, tapi bagi saya lebih memudahkan saya. Ada yang bilang kenapa ga pake eBuddy aja? atau pake webmessenger lainnya (saya lupa namanya)?

Ya terserah kata orang... yang penting enjoy aja... toh juga dapet ilmu baru... :-D
Untuk program ( atau lebih tepat dibilang plugins) bisa di-unduh di sini

Saya hanya mengetesnya di Slackware Linux 12.2 dengan IM Pidgin 2.5.2. Saya tidak tau apakah di Distro atau di seri lain berfungsi dengan baik.

Bagi pengguna Debian dan turunannya bisa berbahagia, karena udah ada paket *.deb-nya, bagi pengguna distro lain bisa menggunakan yg versi *.tar.bz2 atau langsung donlot yg versi *.so.

Cara installnya cukup dengan meng-copy kan file *.so ke direktori /usr/lib/purple-2/ (untuk Linux 32-bit), /usr/lib64/purple-2/ (untuk Linux 64-bit), atau ke ~/.purple/plugins/ (klo ga punya akses root) dan terakhir restart Pidgi

Kalau pake yg versi *.tar.bz2 lebih gampang lagi... karena dalam file tersebut sudah ada plugin untuk semua versi linux.... Perintahnya adalah:
tar -xvf filenya.tar.bz2 -C /

Mungkin setelah melakukan hal diatas plugin tetap tidak mau berjalan, ada beberapa solusi yg bisa saya berikan:
  1. Jika menggunakan file *.so coba buat sym-link dengan nama libfacebook.so
  2. Coba ubah permissionnya menjadi rwxr-xr-x atau dengan chmod 755 pada file *.so
<

Sunday, March 8, 2009

Ekstrak data audio dari file video

kemaren saya iseng nyari OST EyeShield 21 di internet dan ketemu di youtube.com. Tapi saya gambarnya bukan asli dari animenya.

setelah saya donlot menggunakan bantuan keepvid.com, saya putar di Xine dan ternyata cukup enak didengar. kemudian saya cari2 lagi ternyata ada versi mp3-nya. tapi setelah diputar di Amarok, koq hasil mp3-nya lebih jelek dibanding yg saya dapat di youtube. banyak noise-nya atau istilah balinya krebek-krebek :'(

kemudian timbul hasrat yg aneh.... bukan hasrat mesum loh.... saya pengen ngambil data audionya aja, tapi saya kan pake linux.... apa bisa ya?

setelah googling sekitar 1 jam saya nemu cara yg mudah... CLI rules lagi =))
yg diperlukan hanyalah sebuah program yg bernama ffmpeg, tentunya berserta library yg dibutuhkah :-D

ffmpeg bisa didapatkan di repo masing2 distro, tapi klo pake slackware silakan compile sendiri dengan bantuan script dari SlackBuild.org (saran saya install semua library audio dan video yg sering digunakan sebelum menginstall ffmpeg)

oke setelah selesai donlot dan terinstall, kita lakukan kerjaan iseng ini =))

buka command line atau konsole atau terminal atau gnome-terminal, atau apalah yg ada di distro kesayangan masing2

ffmpeg -i file_video -ab 128000 -ar 44100 file_mp3


silakan tunggu prosesnya sampai selesai. dalam kasus saya, 18 MB file mp4 di-split data audionya ke dalam file mp3 tidak lebih dari 1 menit.

sebenarnya ada cara lain menggunakan MPlayer, tapi saya malas donlot-nya :-D

sumber: http://linux.byexamples.com/archives/229/extract-audio-from-video-or-online-stream/

Tuesday, January 13, 2009

Kembali ke Slackware

Setelah sekian lama asik utak atik ubuntu, saya akhirnya balik lagi ngurusin slackware. Kenapa? Nothing spesial sih... cuma kangen aja :)) Tapi dengan rilis terbaru, yaitu 12.2.

Walaupun tidak spesial banget, tapi cukup berkesan... karena saya nginstall bareng mahasiswa PTI saya kelas Selasa Sore, jujur saya lupa nama kelasnya apa :-p .

Ada hal yang menarik pada saat saya mendemokan cara instasllasi slackware di laptop saya. Ada yang bilang ngak ngeh ama proses installasi, ada yang bilang ribet, ada yang memperhatikan dengan seksama, ada yang nyatet langkah-langkahnya, tapi ada juga yang ngantuk *nah loh....* :)) . Hal ini saya maklumi sih... lagian ini pertemuan terakhir sebelum UAS. Jadi materi udah habis, tinggal review aja.

Karena keterbatasan waktu, proses installasi hanya bisa saya berikan sampai pengaturan boot loader saja. Tidak sampai pada setting-setting yang lainnya.

Kepada seluruh mahasiswa PTI kelas Selasa Sore, thanks for your attention... see you next semester... tentunya di mata kuliah yang berbeda :D

OK, back to topic......

Secara keseluruhan, rilis 12.2 berisi update paket-paket yang ada di rilis 12.1.
Dari kesemuanya ada hal yang menarik perhatian saya. Diantaranya adalah seluruh device jaringan di laptop saya sudah diditeksi dan berjalan tanpa harus disetting macem-macem lagi. Mungkin ini disebabkan oleh penggunaan kernel 2.6.27.7.

Hal menarik lainnya adalah rilis 12.2 menyertakan sebuah paket pengelola jaringan yang praktis, yang bernama wiCD, yang terdapat pada paket extra di dvd Slackware 12.2. So saya ga repot-repot masuk konsole untuk nyeting ethernet atau wifi saya lagi :D

Thursday, August 28, 2008

Antara Linux dengan LCD/Monitor External

Linux dengan LCD/Monitor External?

yup, eksperimen selanjutnya adalah bagaimana mengkoneksikan laptop Linux kita ke LCD external atau ke Monitor external, seperti pada saat presentasi.

dulu, waktu masih baru punya laptop saya paling benci klo mo presentasi materi harus ngereset X Windows, dengan cara mencoloknan kabel VGA lalu menekan 3 tombol kombinasi Ctrl-Alt-Backspace. atau dengan cara mencolokan kabel VGA ke port di laptop yang dalam keadaan off, kemudian baru menghidupkan laptop.

Tapi cara diatas membuat ribet. Dan kadang-kadang tidak mau muncul di salah satu display.

Kemudian setelah bertapa dengan pangeran Palasara.... ( kaya cerita di salah satu produk susu instan aja ).... dan meminta wejangan dari mbah Google, akhrinya saya mengetahui bahwa ada sebuah aplikasi yang dapat mememcahkan masalah saya.

Aplikasi apaan tuh? Namanya Xrandr, dan rata2 udah terinstall secara default di hampir semua distro linux...

OK, kita langsung ke prakteknya..... (plus ilustrasi, seperti biasa....)

Tahap 1: Linux PDKT dengan LCD/Monitor External

Linux tertarik dengen ingin dekat dengan LCD projector, jadi Linux melakukan PDKT dengan cara mengetikkan baris berikut pada terminal / konsole:
xrandr

nah ntar klo dah tersambung laptop dengan LCD / Monitor, akan menghasilkan output kira-kira seperti ini:

Screen 0: minimum 320 x 200, current 1280 x 800, maximum 1280 x 1280
VGA connected (normal left inverted right x axis y axis)
1024x768 60.0 + 75.1 71.9 70.1 60.0
832x624 74.6
800x600 72.2 75.0 60.3
640x480 75.0 72.8 66.7 60.0
720x400 70.1
640x350 70.1
LVDS connected 1280x800+0+0 (normal left inverted right x axis y axis) 304mm x 190mm
1280x800 59.9*+
1024x768 60.0
800x600 60.3
640x480 59.9
TV disconnected (normal left inverted right x axis y axis)


keterangan:
- VGA = LCD/Monitor external
- LVDS = LCD laptop
- TV = TV-OUT

Note: hasil diatas bisa berubah tergantung dari device yang digunakan

Tahap 2: Linux jadian ama LCD/Monitor External

Setelah mengetahui resolusi dan frekuensi yang disupport oleh LCD laptop dan LCD/Monitor external, maka kita pilih salah satu resolusi dan frekuensi yang disupport oleh kedua device tersebut LCD laptop dan LCD projector, biasanya LCD laptop dan LCD projector akur pada resolusi 1024x768 dan frekuensi 60.0 Hz (seperti tampilan diatas).

Untuk jadian, Linux harus mengeksekusi perintah berikut ini:
xrandr --output LVDS --mode 1024x768 --rate 60.0 --output VGA --mode 1024x768 --rate 60.0


Tahap 3: Linux putus ama LCD/Monitor External

Karena Linux sudah bosen ama LCD projector, maka Linux memutuskan untuk putus dengan LCD projector. Dan Linux pun menjalankan perintah berikut ini
xrandr --output VGA --off

Friday, August 8, 2008

Re-Post: Slackware 12 dan Atheros AR242X

UPDATE : ternyata di distro terbaru(dengan kernel diatas 2.6.26.x), trik ini sudah tidak diperlukan lagi, karena sudah ready to use :)

Sebenarnya ini sudah pernah saya post sebelumnya di blog saya yang lain, tapi tidak ada salahnya klo saya taruh juga di sini....

ok.. the next experiment is wireless…
note: saya menggunakan driver dari madwifi, tapi di ubuntu 8.04 wireless saya dikenal dengan baik melalui ndiswrapper.

okey, pertama diagnosa dulu hardware wireless-nya

lspci | grep Ethernet
02:00.0 Ethernet controller: Marvell Technology Group Ltd. 88E8039 PCI-E Fast Ethernet Controller (rev 15)
04:00.0 Ethernet controller: Atheros Communications Inc. AR242x 802.11abg Wireless PCI Express Adapter (rev 01)

sipp ternyata sesuai spek, wifi-nya pakai chipset Atheros, tapi koq serinya beda ????
ternyata emang ada masalah nih, gpp deh belajar trus ……

setelah cari-cari ternyata hampir disetiap distro linux agak bermasalah dengan seri chipset wireless yg satu ini
sampai-sampai madwifi, yg terkenal paling baik menulis ulang driver untuk atheros, dibuat kelabakan dan harus mengeluarkah patch khusus yang terus diupdate.

berhubung saya lupa link-nya silakan googling aja ya :p (Update: linknya ada di: http://snapshots.madwifi.org/madwifi-hal-0.10.5.6/)

nah setelah dapat unpack dan compile deh source paketnya (ingat kernel source harus tersedia)

caranya:

- unpack / ekstrak file dari link diatas dengan cara tar xzvf madwifi-hal*.tar.gz
- lalu lakukan make dan make install
- jika berhasil / make install ga ada kata2 error kita lanjut ke tahap selanjutnya

kemudian load module yg baru:

modprobe ath_pci

kemudian buat script kecil untuk mengaktifkannya dan disimpan di /etc/rc.d/
sebagai contoh saya menamakannya dengan nama rc.wlan

/usr/local/bin/wlanconfig ath0 destroy
/usr/local/bin/wlanconfig ath0 create wlandev wifi0 wlanmode sta
/sbin/ifconfig ath0 up
/sbin/modprobe wlan_scan_sta
/sbin/modprobe wlan_tkip

simpan dan beri flag execute

chmod +x /etc/rc.d/rc.wlan

kemudian reboot untuk mengetahui hasilnya
kemudian jalankan ifconfig dan lihat hasilnya, apakah ada ath0 dan wifi0? klo tidak ada coba aktifkan dengan cara

ifconfig ath0 up


ini contoh hasil jika wifi sudah dikenali:

root@darkstar:~# ifconfig
ath0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:1c:26:55:99:a3
inet addr:192.168.6.110 Bcast:192.168.6.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21c:26ff:fe55:99a3/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:254081 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:150754 errors:32 dropped:32 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:278755864 (265.8 MiB) TX bytes:12976948 (12.3 MiB)

eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:16:d3:e7:e4:d8
inet addr:192.168.3.13 Bcast:192.168.3.255 Mask:255.255.255.0
UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B)
Interrupt:16

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:86 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:86 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:7828 (7.6 KiB) TX bytes:7828 (7.6 KiB)

wifi0 Link encap:UNSPEC HWaddr 00-1C-26-55-99-A3-61-74-00-00-00-00-00-00-00-00
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:871483 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:5619
TX packets:160904 errors:184 dropped:32 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:199
RX bytes:362233735 (345.4 MiB) TX bytes:19985087 (19.0 MiB)
Interrupt:17

sipp… lah sekarang kita setting konfigurasi di /etc/rc.d/rc.inet1.conf:

IPADDR[1]=”ath0″
NETMASK[1]=”"
USE_DHCP[1]=”yes”
DHCP_HOSTNAME[1]=”"
WLAN_WPA[1]=”wpa_supplicant”
WLAN_WPADRIVER[1]=”madwifi”

sekarang tinggal cari access point yang akan kita gunakan:

/sbin/iwlist ath0 scanning

misal saya ingin terkoneksi dengan essid: myAP dan passwordnya: 12345678
maka saya harus meng-generate wpa keys dengan pattern:

/usr/sbin/wpa_passphrase

/usr/sbin/wpa_passphrase myAP 12345678

dan menghasilkan output sebagai berikut:

network={
ssid=”myAP”
#psk=”12345678″
psk=89baca4444c34847f2b2139fa3692e328efdfadbc503b312355b79d36452d18e
}

dan meng-copy-paste-kan ke file /etc/wpa_supplicant.conf
atau dengan cara berikut:

/usr/sbin/wpa_passphrase myAP 12345678 >> /etc/wpa_supplicant.conf

kemudian edit kembali file /etc/wpa_supplicant.conf agar menjadi seperti berikut:

update_config=1
ctrl_interface=/var/run/wpa_supplicant
ctrl_interface_group=0
eapol_version=1
ap_scan=1
fast_reauth=1
network={
scan_ssid=0
ssid=”myAP”
proto=WPA RSN
key_mgmt=WPA-PSK WPA-EAP IEEE8021X
pairwise=CCMP TKIP
group=CCMP TKIP WEP104 WEP40
#psk=”12345678″
psk=89baca4444c34847f2b2139fa3692e328efdfadbc503b312355b79d36452d18e
}

Note: yang saya tebalkan, harus sama dengan hasil dari /usr/sbin/wpa_passphrase

untuk cara koneksi-nya:
1. set agar wifi terkoneksi ke access point myAP

/sbin/iwconfig ath0 essid myAP

2. set agar dapat melakukan pertukaran kunci wpa

/usr/sbin/wpa_supplicant -iath0 -c/etc/wpa_supplicant.conf &

3. setelah muncul pesan yg seperti berikut:

WPA: Key negotiation completed with …..

jalankan perintah berikut untuk meminta IP ke DHCP server:

/sbin/dhclient ath0

jika sudah mendapatkan IP dari DHCP server atau mendapatkan output sebagai berikut:

bound to xxx.xxx.xxx.xxx — renewal in xxxxxx seconds.

Friday, May 2, 2008

Slackware 12.1 Finally Release

Well akhirnya tanggal 2 Mei 2008, bertepatanan dengan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia, Slackware 12.1 dirilis oleh Pat dan kawan kawan di Slackware Team.
Berikut ada Announcement dari www.slackware.com:

Well folks, it's that time to announce a new stable Slackware release again. So, without further ado, announcing Slackware version 12.1! Since we've moved to supporting the 2.6 kernel series exclusively (and fine-tuned the system to get the most out of it), we feel that Slackware 12.1 has many improvements over our last release (Slackware 12.0) and is a must-have upgrade for any Slackware user.

Among the many program updates and distribution enhancements, you'll find better support for RAID, LVM, and cryptsetup; a network capable (FTP and HTTP, not only NFS) installer; and two of the most advanced desktop environments available today: Xfce 4.4.2, a fast, lightweight, and visually appealing desktop environment, and KDE 3.5.9, the latest 3.x version of the full-featured K Desktop Environment.

The official announcement has more details. Also please consider helping to support the project financially at http://store.slackware.com (the CD set and DVD are off to replication, but pre-orders are being taken now). Your kind support and the help of many volunteers is what makes this project possible. Huge thanks are due to everybody who pitched in and helped with bug reports, patches, testing, suggestions, other comments, and everything else. Without this valuable input, Slackware would be nowhere near what it is today. Special thanks to the CREW, to the people developing and testing for slackbuilds.org (where many of Slackware's future additions are first built and tested), and to everyone on linuxquestions.org, various #slackware or ##slackware IRC channels, other Slackware related web sites, and other places where the community shares their needs and concerns with the team. On behalf of everyone here, thanks. We think you'll enjoy this new release, and hope that you'll find it to be much more than 0.1 better than Slackware 12.0. ;-)

Have fun!

Pat and the Slackware team